Kajian bersama Ustadz Zaid Susanto, Lc – 28 Juni 2015

Kajian bersama Ustadz Zaid Susanto, Lc – 28 Juni 2015

Poster Kajian ICBM 1

Kajian Ramadhan bersama Ustadz Zaid Susanto, LC

Sabtu, 27 Juni 2015
Sholat Tawarih di Masjid Al Falah
Perum Margorejo Asri – Tempel Sleman

Sabtu, 27 Juni 2015
Pukul 21.00 – 22.00 WIB
Masjid Islamic Center Baitul Muhsinin
Jl. Temulawak – Sidomulyo, Temulawak, Triharjo, Sleman, Yogyakarta

Ahad, 28 Juni 2015
Pukul 05.30 – 07.00 WIB
Masjid Islamic Center Baitul Muhsinin
Jl. Temulawak – Sidomulyo, Temulawak, Triharjo, Sleman, Yogyakarta

Zakat Fitrah & Mal

Zakat Fitrah & Mal

Poster Zakat ICBM

Zakat fitrah merupakan kewajiban untuk semua kaum muslimin, laki-laki maupun wanita, anak maupun dewasa. Seorang kepala keluarga berkewajiban mengeluarkan zakat fitrah untuk dirinya dan orang-orang yang wajib dia nafkahi, anak, maupun istri.

Panitia Ramadhan Masjid Islamic Center Baitul Muhsinin menerima & menyalurkan Zakat Fitrah & Mal.

Kontak :
Sdr. Heru Pardiono
HP. 0877 340 39 359

 

Rahasia Keindahan Doa Istiftah (1)

Rahasia Keindahan Doa Istiftah (1)

sholatBismillah walhamdulillah wash shalatu was salamu ‘ala Rasulillah, amma ba’du, Ulama rahimahumullah telah menjelaskan bahwa seseorang yang memahami ucapan dalam shalat akan mendapatkan mutiara faidah tentang nama dan sifat Allah di dalam shalatnya. Ibnul Qoyyim rahimahullah mengatakan,

وها هنا عجيبة من عجائب الاسماء والصفات تحصل لمن تفقه قلبه في معاني القرآن وخالط بشاشة الإيمان بها قلبه بحيث يرى لكل اسم وصفة موضعا من صلاته ومحلا منها

“Di sinilah suatu keajaiban di antara keajaiban-keajaiban nama dan sifat Allah didapatkan, bagi orang yang hatinya memahami makna-makna Al-Qur’an dan cemerlangnya iman menyentuh hatinya, sehingga ia menemukan bahwa bagi setiap nama dan sifat Allah terdapat tempat penghayatan tersendiri di dalam shalatnya” (Hukmush Shalah wa hukmu Tarikiha, hal. 171).

Memang benar apa yang dikatakan Ibnul Qoyyim rahimahullah, mari kita ambil contoh beberapa bacaan Istiftah untuk kita renungi bersama makna yang terkandung di dalamnya,

Pertama

سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ وتَبَارَكَ اسْمُكَ وَتَعَالَى جَدُّكَ وَلَا إِلَهَ غَيْرُكَ

Maha suci Engkau, ya Allah. Ku sucikan Engkau dengan memuji-Mu, Nama-Mu penuh berkah, Maha tinggi keagungan-Mu. Dan Tidak ada sesembahan yang berhak disembah selain-Mu” (HR.Abu Daud  dan Al-Hakim dan beliau mensahihkannya serta disepakati oleh Adz-Dzahabi).

Kedudukan Ubudiyyah lafadz Istiftah ini

Ibnul Qoyyim rahimahullah berkata,

عبودية الاستفتاح

فإذا قال سبحانك اللهم و بحمدك و أثنى على الله تعالى بما هو أهله ، فقد خرج بذلك عن الغفلة و أهلها ، فإن الغفلة حجاب بينه و بين الله. و أتى بالتحية و الثناء الذي يُخاطب به الملك عند الدخول عليه تعظيما له و تمهيدا ، و كان ذلك تمجيدا و مقدمة بين يدي حاجته. فكان في الثناء من آداب العبودية ، و تعظيم المعبود ما يستجلب به إقباله عليه ، و رضاه عنه ، و إسعافه بفضله حوائجه

Ibadah yang terdapat dalam Istiftah

“Jika seseorang yang mengerjakan shalat mengucapkan, Subhanakallahumma wa bihamdika (Maha suci Engkau, ya Allah. Kusucikan Engkau dengan memuji-Mu) dan ia memuji Allah Ta’ala dengan pujian yang layak bagi-Nya, maka dengan itu, ia akan keluar dari kelalaian dan pelakunya, karena kelalaian adalah penghalang antara dia dengan Allah. Dan ia mempersembahkan suatu penghormatan dan pujian yang ditujukan kepada Raja ketika masuk menemuinya sebagai bentuk pemuliaan dan pendahuluan, maka hal itu benar-benar menjadi bentuk pengagungan-Nya dan sekaligus sebagai pengantar dalam menyampaikan hajatnya. Dengan demikian, sesungguhnya di dalam pujian terdapat suatu adab peribadatan dan pengagungan terhadap Sesembahan yang hak (Allah), yang mengundang sambutan-Nya dan ridha-Nya terhadapnya serta pemenuhan hajatnya dengan karunia-Nya” (Asrarush Shalah, hal. 10).

Dalam Kitaabush Shalaah, Ibnul Qoyyim rahimahullah menjelaskan bentuk penghayatan yang selayaknya ada dalam hati seorang hamba ketika mengucapkan lafadz Istiftiftah,

فإنه إذا انتصب قائما بين يدي الرب تبارك وتعالى شاهد بقلبه قيوميته  وإذا قال الله اكبر شاهد كبرياءه  وإذا قال سبحانك اللهم وبحمدك تبارك اسمك وتعالى جدك ولا إله غيرك شاهد بقلبه ربا منزها عن كل عيب سالما من كل نقص محمودا بكل حمد فحمده يتضمن وصفه  بكل كمال.

“Jika seorang hamba berdiri tegak di hadapan Allah Ta’ala, ia menyaksikan dengan hatinya (menghayati) Kemahamandirian-Nya. Jika ia mengucapkan Allahu Akbar, maka ia menghayati Kesombongan (Kemahabesaran)-Nya. Jika ia mengucapkan subhanakallahumma wa bihamdika Tabaarakasmuka wa Ta’ala Jadduka, wa la ilaha ghairuka, maka ia pun menyasksikan dengan hatinya (menghayati) Tuhan yang disucikan dari seluruh aib, senantiasa selamat dari seluruh kekurangsempurnaan, terpuji dengan segala pujian. Pujian terhadap-Nya tersebut mengandung pensifatan bagi-Nya dengan setiap sifat-sifat sempurna” (Kitaabush Shalaah, Ibnul Qoyyim, hal. 171-172).

Kesimpulan:

Lafadz Istiftah ini merupakan bentuk mengagungkan Allah dan sekaligus sebagai pengantar dalam menyampaikan hajat seorang hamba yang sedang menunaikan shalat.

Dalam lafadz Istiftah ini terdapat bentuk mensucikan Allah, memuji-Nya  dan mensifati-Nya  dengan seluruh sifat-sifat yang sempurna bagi-Nya.

Adapun tentang penjelasan kandungan lafadz Istiftah ini, Syaikh Muhammad Shalih Al-‘Utsaimin rahimahullah pernah menjelaskannya dengan indah kalimat per kalimat,

«سبحانك اللهم وبحمدك» وهذه جملة تتضمَّن التنزيه والإِثبات. تتضمَّن التنزيه في قوله: «سبحانك اللَّهُمَّ»، والإِثبات في قوله: «وبحمدِك» لأنَّ الحمدَ هو وَصْفُ المحمودِ بالكمالِ مع محبَّتِه وتعظيمِه، فتكون هاتان الجملتان جامعتين للتنزيه والإِثبات.

Subhanakallahumma wa bihamdika, kalimat ini mengandung pensucian dan penetapan; mengandung pensucian dalam ucapannya subhanakallahumma (Maha suci Engkau, ya Allah)”, dan mengandung penetapan dalam ucapannya wa bihamdika (dengan memuji-Mu), karena alhamdu (pujian)” itu adalah mensifati Dzat yang dipuji karena kesempurnaan yang dimiliki-Nya, diiringi dengan kecintaan terhadap-Nya dan pengagungan-Nya, sehingga kedua kalimat ini merupakan  kalimat yang menggabungkan antara pensucian dan penetapan.

Kesimpulannya:

Subhanakallahumma wa bihamdik kalimat ini mengandung pensucian dan penetapan:

  1. Mensucikan Allah dari segala aib dan kekurangan.
  2. Menetapkan seluruh kesempurnaan yang layak bagi Allah ‘azza wa jalla.

Selanjutnya, beliau menjelaskan makna subhanakallahumma (Maha suci Engkau, ya Allah)

ومعناه: تنزيهاً لك يا ربِّ عن كُلِّ نَقْصٍ، والنَّقصُ إما أن يكون في الصِّفاتِ، أو في مماثلة المخلوقات، فصفاتُه التي يتَّصف بها منزَّه فيها عن كُلِّ نقص

“Maknanya Ku sucikan Engkau dari setiap kekurangan, ya Rabbi. Sedangkan kekurangan itu, meliputi  kekurangan dalam sifat ataupun kekurangan dalam bentuk kesamaan dengan makhluk.”

Dari penjelasan di atas, dapat kita simpulkan bahwa Allah disucikan dari seluruh bentuk kekurangan.

  1. Allah disucikan dari kekurangan yang terkait dengan sifat. Dengan demikian seluruh sifat Allah sempurna, tidak ada kekurangan sedikitpun, ilmu Allah sempurna, hidup Allah sempurna, pendengaran Allah sempurna, tidak ada cacatnya sedikitpun dan demikian pula untuk sifat-sifat lainya. Termasuk dalam hal ini adalah Allah disucikan dari sifat-sifat aib murni, seperti bodoh, lupa, zalim dan yang lainnya.
  2. Allah juga disucikan dari kekurangan yang terkait dengan kesamaan dengan makhluk, dengan demikian ilmu Allah tidak sama dengan ilmu makhluk, hidup Allah tidak sama dengan hidup makhluk dan begitu pula untuk sifat-sifat Allah yang lain, semua sifat-sifat Allah sesuai dengan keagungan-Nya.

Demikianlah penjelasan lafadz subhanakallahumma (Maha suci Engkau, ya Allah), intinya Allah disucikan dari seluruh bentuk aib dan kekurangan, baik pensucian itu terkait dengan zat, nama, sifat maupun perbuatan-Nya, semuanya suci dari aib dan kekurangan.

Selanjutnya, Syaikh Muhammad Shalih Al-‘Utsaimin rahimahullah menjelaskan makna kalimat sesudahnya,

أما «الحمد» فهو: وصفُ المحمود بالكمال، الكمال الذَّاتي والفعلي، فالله سبحانه وتعالى كاملٌ في ذاته، ومِن لازمِ كمالِه في ذاتِه أن يكون كاملاً في صفاته. كذلك في فِعْلِه، فَفِعْلُه دائرٌ بين العدل والإِحسان؛ لا يمكن أن يظلم، بل إما أن يعامل عبادَه بالعدلِ، وإما أن يعاملَهم بالإِحسان

“Adapun alhamdu yaitu mensifati Dzat yang dipuji karena kesempurnaan yang dimiliki-Nya, baik kesempurnaan dzat maupun sifat-Nya. Jadi Allah Subhanahu wa Ta’ala Maha Sempurna pada dzat-Nya. Di antara konsekuensi kesempurnaan Allah pada dzat-Nya adalah Allah Maha Sempurna (pula) pada sifat-Nya. Demikian pula pada perbuatan-Nya. Oleh sebab itu, perbuatan-Nya berkisar antar keadilan dan kebaikan. Mustahil Allah berbuat zalim, bahkan yang ada adalah Dia memperlakukan hamba-hamba-Nya dengan adil atau memperlakukan mereka dengan ihsan (kebaikan dari-Nya).”

Kesimpulannya:

  1. Allah Ta’ala dipuji karena kesempurnaan-Nya.
  2. Kesempurnaan Allah mencakup kesempurnaan dzat, sifat maupun perbuatan-Nya.
  3. Seluruh perbuatan Allah atas hamba-Nya ada dua kemungkinan, sebagai bentuk keadilan-Nya atau sebagai bentuk kebaikan Allah bagi hamba-Nya.

Adapun ucapan “Wa Tabarakasmuka (Nama-Mu penuh berkah)” dijelaskan oleh beliau rahimahullah

«اسم» هنا مفرد، لكنه مضاف فيشمل كُلَّ اسمٍ مِن أسماءِ الله

“Ism (nama)” disini adalah kata tunggal yang disandarkan, maka maknanya mencakup setiap nama Allah.”

Dengan demikian, Tabarakasmuka (Nama-Mu penuh berkah) mengandung makna bahwa seluruh nama itu penuh berkah. Di antara bentuk keberkahan nama Allah -sebagaimana dijelaskan oleh Syaikh Muhammad Shalih Al-‘Utsaimin rahimahullah-  adalah ketika disebutkan nama Allah saat menyembelih, maka menjadi halal sembelihan tersebut, namun jika tidak disebutkan, maka sembelihan itu menjadi haram!

Jika disebutkan nama Allah pada saat makan, maka setan tidak ikut serta, namun jika tidak disebutkan, maka setan akan ikut serta, dan yang lainnya dari bentuk-bentuk keberkahan nama Allah.

Selanjutnya beliau mengatakan,

قوله: «وتعالى جدُّك» «تعالى» أي: ارتفعَ ارتفاعاً معنوياً، والجَدُّ: بمعنى العظمة، يعني: أنَّ عظمتَك عظمة عظيمة عالية؛ لا يساميها أي عظمة مِن عظمة البشر، بل مِن عظمة المخلوقين كلهم.

“Ucapannya Wa Ta’ala Jadduka, Ta’ala yaitu tinggi dengan ketinggian maknawi.Al-Jaddu bermakna keagungan, maksudnya keagungan-Mu sangat besar, keagungan yang tinggi, tidak ada satupun dari kebesaran manusia yang bisa menandinginya, bahkan jika dibandingkan dengan seluruh kebesaran makhluk sekalipun (tidak ada satupun yang bisa menandinginya).”

Syaikh Muhammad Shalih Al-‘Utsaimin ketika menjelaskan kalimat terakhir dalam lafadz Istiftah ini, yaitu Wa La ilaha ghairuka menjelaskan bahwa ini adalah kalimat Tauhid, inti dakwah para Rasul shallallahu ‘alaihim wa sallam. Lalu beliau berkata,

فمقتضى هذه الكلمةِ العظيمةِ الاستسلامُ لله تعالى ظاهراً وباطناً، فأنت إذا قلتها تخبر خبراً تنطِقُه بلسانك، وتعتقدُه بجَنَانك بأنَّ اللَّهَ هو المعبودُ حقًّا، وما سواه فهو باطل

“Konsekuensi kalimat yang agung ini adalah pasrah kepada Allah Ta’ala secara lahir maupun batin, maka jika engkau mengucapkan (kalimat ini), (maka hakekatnya) engkau mengucapkan dengan lisanmu dan meyakini dengan hatimu bahwa Allah lah satu-satunya sesembahan yang berhak disembah, adapun selain-Nya adalah sesembahan yang batil.”

Adapun rahasia disebutkannya kalimat Tauhid Wa La ilaha ghairuka setelah kalimat pujian subhanakallahumma wa bihamdika wa Tabaarakasmuka wa Ta’ala Jadduka adalah sebagaimana dijelaskan oleh beliau bahwa agar pengesaan Allah dalam peribadatan terbangun atas kesempurnaan-Nya, maksudnya karena kesempurnaan sifat Allah lah, maka tidak ada sesembahan yang berhak disembah kecuali Allah.

-bersambung

***

Penulis: Ust. Sa’id Abu Ukasyah

Artikel Muslim.or.id

I’tikaf Sabtu & 10 Hari Terakhir

I’tikaf Sabtu & 10 Hari Terakhir

itikaf

Panitia Ramadhan Masjid Islamic Center Baitul Muhsinin mengadakan program I’tikaf Ramadhan.
Insya Allah diadakan setiap Sabtu (Malam Ahad) & 10 hari terakhir.

Mari ajak orang tua, saudara & teman untuk mengikuti waktu-waktu emas Ramadhan.

Harap peserta I’tikaf mendaftar (GRATIS) ke Panitia Ramadhan.
Sdr. Heru Pardiono
HP. 0877 340 39 359

Fasilitas I’tikaf :
– Sholat Tarawih bersama Ustadz Dzul Fayyat, Hafidz Al Quran dari Lombok NTB
– Insya Allah diikuti oleh Ustadz Muslam, Ustadz Zaid Susanto, Ustadz Ahmad MZ & Ustadz Said
– Makan Sahur & Buka dengan menu istimewa
– Tempat menginap
– Kamar Mandi 5 unit

Jadwal I’tikaf :
– Sabtu, 20 Juni 2015
Mulai Sabtu Maghrib – Ahad Pagi
Diisi oleh Ustadz Muslam

– Sabtu, 27 Juni 2015
Mulai Sabtu Maghrib – Ahad Pagi
Diisi oleh Ustadz Zaid Susanto

– Sabtu, 4 Juli 2015
Mulai Sabtu Maghrib – Ahad Pagi
Diisi oleh Ustadz Ahmad Abu Hasan

– Sabtu, 11 Juli 2015
Mulai Sabtu Maghrib – Ahad Pagi
Diisi oleh Ustadz Said Abu Ukkasyah

Syarat :
– Muslim Laki-laki
– Sehat

Wakaf Al Qur’an

Wakaf Al Qur’an

Banner Wakaf AlQuran 2

Dibuka Donasi Al Qur’an
untuk pegangan Santri Taman Hafalan Qur’an ICBM & bacaan Quran di Masjid ICBM

Saat ini sudah terkumpul 67 Al Qur’an standar Taman Hafalan Qur’an ICBM.
Kami ucapkan jazakumulloh khoirol jaza kepada donatur. Semoga menjadi pemberat timbangan di sisi Allah
Aamiin

Kontak :
Heru Pardiono (0877 340 39 359)

Masjid Islamic Center Baitul Muhsinin
Jl. Temulawak – Sidomulyo
Temulawak, Triharjo, Sleman
Yogyakarta
www.baitulmuhsinin.com

 

Laporan sementara penerimaan Wakaf Al Quran THQ :

  1. Bpk. Andi 25 kitab
  2. Yayasan Andalusia 23 kitab
  3. Bpk. Kisno 5 kitab
  4. Bpk. Iwan 4 kitab
  5. Hamba Allah Titip uang Rp500.000
  6. Bpk. Nastain Titip uang Rp120.000
  7. Bpk. Mulyadi Titip uang Rp150.000

LAPORAN PENERIMAAN INFAQ S3 – MARET 2015

NO NOMER TABUNG JUMLAH INFAQ KETERANGAN
1 33 Rp     63.500  
2 59 Rp   190.000  
3 117 Rp   51.700
4 112 Rp     57.200
5 50 Rp     123.000  
6 222 Rp   125.200
7 34 Rp   157.800  
8 11 Rp   132.900
9 7 Rp     92.500
10 128 Rp     56.000
11 33 Rp     50.000
12 Rp   155.300 Tunai
13 136 Rp     10.600
14 188 Rp     75.300
15 59 Rp       50.000
16 93 Rp     175.000
17 155 Rp     102.800  
18 154 Rp 113.850
19 157 Rp     61.000  
20 202 Rp 128.900
21 Rp   100.000   Tunai
22 Rp   300.000 Tunai
23 160 Rp   28.000
24 171 Rp     86.500
25 187 Rp   291.700
26 114 Rp   48.150
27 172 Rp 223.800
28 159 Rp   73.000
29 Rp   40.000 Tunai
30 Rp     69.900   Tunai
31 163 Rp   59.600
32 207 Rp   49.000
33 116 Rp   265.000
34 143 Rp     38.500  
35 186 Rp   75.000
36 201 Rp   16.000
37 Rp     5.000 Tunai
38 170 Rp   35.000
39 173 Rp 100.000
40 198 Rp     51.000
41 194 Rp 161.300
 
TOTAL Rp 4.089.000,-
 

 

 

TOTAL PENERIMAAN INFAQ S3 TAHUN 2015

 

FEBRUARI Rp 9.395.900
MARET Rp 4.089.000
Jumlah Rp 13.484.900

                                                                                                 Sleman, 09 April 2015

BENDAHARA                                                                                  PETUGAS S3

 

 

 

 

( Andes Setiyarsa )                                                                               (Iswanto )

 

 

MENGETAHUI

 

KETUA YAYASAN                                                                        SEKRETARIS

 

 

 

( Drs. Yaeri Suharju S.sos )                                                      ( Fuad Isnandar S.HI )

 

LAPORAN PENERIMAAN INFAQ S3 – FEBRUARI 2015

NO NOMER TABUNG JUMLAH INFAQ KETERANGAN
1 8 Rp     71.900  
2 10 Rp     69.000  
3 13 Rp     33.500  
4 16 Rp     45.000  
5 22 Rp     12.100  
6 24 Rp   103.000  
7 26 Rp     31.000  
8 28 Rp   400.000  
9 35 Rp   100.000  
10 42 Rp     48.500  
11 45 Rp     30.000  
12 49 Rp     43.000  
13 72 Rp   145.100  
14 145 Rp     50.000  
15 190 Rp   162.000  
16 77 Rp     77.200  
17 67 Rp     64.000  
18 54 Rp     39.500  
19 216 Rp     90.200  
20 203 Rp     21.500  
21 74 Rp   100.000  
22 214 Rp     30.000  
23 130 Rp   114.900  
24 Rp     50.000 Tunai
25 156 Rp     65.000  
26 217 Rp   114.100  
27 93 Rp     31.000  
28 15 Rp     88.000  
29 40 Rp   150.000  
30 44 Rp   247.000  
31 68 Rp   247.500  
32 Rp   100.000 Tunai
33 38 Rp     51.000  
34 Rp   300.000 Tunai
35 53 Rp   275.000  
36 218 Rp   214.000  
37 56 Rp   134.000  
38 1 Rp   170.000  
39 Rp   100.000 Tunai
40 Rp    100.000 Tunai
41 Rp   100.000 Tunai
42 9 Rp   300.000  
43 29 Rp   149.000  
44 71 Rp     50.900  
45 14 Rp   100.000  
46 39 Rp   100.000  
47 25 Rp 3.500.000  
48 36 Rp       30.000  
49 47 Rp     75.000  
50 31 Rp     31.500  
51 6 Rp     156.000  
52 58 Rp       61.000  
53 4 Rp     100.000  
54 7 Rp       92.500  
55 Rp       58.000 Tunai
56 Rp       74.000 Tunai
57 Rp     100.000 Tunai
       
  TOTAL Rp 9.395.900  
       

 

NB          : – Pengeluaran dana 645.000 untuk membuat 215 tabung,

jadi Rp 9.395.900 – Rp 645.000 = Rp 8.750.900

Sleman, 5 maret 2015

BENDAHARA                                                                                  PETUGAS S3

 

 

( Andes Setiyarsa )                                                                               (Iswanto )

LAPORAN PENERIMAAN INFAQ S3 – APRIL 2015

LAPORAN PENERIMAAN INFAQ S3 BULAN APRIL 2015

NO

NOMER TABUNG

JUMLAH INFAQ

KETERANGAN

1 Rp 153.600 Tunai
2 Rp   40.000 Tunai
3 46 Rp 102.000
4 21 Rp   86.600
5 3 Rp   76.600
6 60 Rp 109.900
7 2 Rp 186.700
8 29 Rp 188.900
9 41 Rp 273.000
10 87 Rp 131.000
11 142 RP 219.100
12 83 Rp   93.300
13 180 Rp 422.500
14 Rp 106.000 Tunai
15 69 Rp 181.200
16 130 Rp 447.500
17 Rp 200.000 Tunai
18 94 Rp 101.000
19 123 Rp   84.400
20 14 Rp   70.400
21 Rp 115.300 Tunai
22 5 Rp   33.900
23 166 Rp   84.100
24 174 Rp 374.000
25 189 Rp 456.300
26 192 Rp   79.900
27 167 Rp   69.200
28 176 RP   54.800
29 185 Rp   53.700
30 153 RP 102.700 1.423.900
TOTAL Rp 4.697.600
 

 

 

TOTAL PENERIMAAN INFAQ S3 TAHUN 2015

 

FEBRUARI Rp 9.395.900
MARET Rp 4.089.000
APRIL Rp 4.697.600
JUMLAH Rp 18.182.500

 

 

Sleman, 13 Mei 2015

BENDAHARA                                                                           PETUGAS S3

 

( Andes Setiyarsa )                                                                         (Iswanto )

 

MENGETAHUI

 

KETUA YAYASAN                                                                        SEKRETARIS

 

( Drs. Yaeri Suharju S.sos )                                                    ( Fuad Isnandar S.HI )

Sebaik baik Kalian

Sebaik baik Kalian

 SEBAIK-BAIK KALIAN

 MOTIVASI  NABI AGAR MENJADI MANUSIA TERBAIK

Nabi kita adalah manusia terbaik,pujian dari langit dan bumi telah mengalir dari segala penjuru tidak diragukan lagi.Dan Nabi pun memotivasi kita agar menjadi manusia terbaik.Setiap kita pun   mendambakan menjadi orang yang terbaik. Sebagai seorang muslim, orientasi hidup untuk menjadi yang terbaik bukanlah dinilai dari ukuran manusia semata, tetapi karena ridha Allah Ta’ala. Inilah cara mudah menjadi orang terbaik dalam   Islam.

Pertama, tidak ingkar melunasi hutang

 عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ عن رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- أنه فَقَالَ « خَيْرُكُمْ أَحْسَنُكُمْ قَضَاءً » متفق عليه

Artinya: Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu meriwayatkan: “Bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Sebaik-baik kalian adalah yang paling baik dalam membayar hutang.” Muttafaqun ‘alaih

Kedua, belajar Al-Quran dan mengajarkannya

عَنْ عُثْمَانَ – رضى الله عنه- عَنِ النَّبِىِّ -صلى الله عليه وسلم- قَالَ «خَيْرُكُمْ مَنْ تَعَلَّمَ الْقُرْآنَ وَعَلَّمَهُ» رواه البخاري

Artinya: “Ustman bin Affan radhiyallahu ‘anhu berkata: “Bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Sebaik-baik kalian adalah yang belajar al-Quran dan mengajarkannya.” Hadits riwayat Bukhari.

Ketiga, yang paling diharapkan kebaikannya dan paling jauh keburukannya

عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ رضي الله عنه أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- وَقَفَ عَلَى أُنَاسٍ جُلُوسٍ فَقَالَ « أَلاَ أُخْبِرُكُمْ بِخَيْرِكُمْ مِنْ شَرِّكُمْ ». قَالَ فَسَكَتُوا فَقَالَ ذَلِكَ ثَلاَثَ مَرَّاتٍ فَقَالَ رَجُلٌ بَلَى يَا رَسُولَ اللَّهِ أَخْبِرْنَا بِخَيْرِنَا مِنْ شَرِّنَا. قَالَ « خَيْرُكُمْ مَنْ يُرْجَى خَيْرُهُ وَيُؤْمَنُ شَرُّهُ …» رواه الترمذى

Artinya: “Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu meriwayatkan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berdiri di hadapan beberapa orang, lalu bersabda: “Maukah kalian aku beritahukan sebaik-baik dan seburuk-buruk orang dari kalian?” Mereka terdiam, dan Nabi bertanya seperti itu tiga kali, lalu ada seorang yang berkata: “Iya, kami mau wahai Rasulullah, beritahukanlah kepada kami sebaik-baik dan buruk-buruk kami,” beliau bersabda: “Sebaik-sebaik kalian adalah orang yang diharapkan kebaikannya dan sedangkan keburukannya terjaga…” Hadits riwayat Tirmidzi dan dishahihkan oleh al-Albani di dalam Shahihul Jami’ (no. 2603)

Keempat, menjadi suami yang paling baik terhadap keluarganya

عَنْ عَائِشَةَ رضي الله عنها قَالَتْ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- خَيْرُكُمْ خَيْرُكُمْ لأَهْلِهِ وَأَنَا خَيْرُكُمْ لأَهْلِى. رواه الترمذى

Artinya: “Aisyah radhiyallahu ‘anha berkata: “Rasulullah shallallau ‘alaihi wasallam berasabda: “Sebaik-baik kalian adalah (suami) yang paling baik terhadap keluarganya dan aku adalah yang paling baik terhadap keluargaku.” Hadits riwayat Tirmidzi dan dishahihkan oleh al-Albani di dalam Ash Shahihah (no. 285).

Kelima, yang paling baik akhlaqnya dan menuntut ilmu

عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- «خَيْرُكُمْ إِسْلاَماً أَحَاسِنُكُمْ أَخْلاَقاً إِذَا فَقِهُوا» رواه أحمد

Artinya: “Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu berkata: “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Sebaik-baik kalian islamnya adalah yang paling baik akhlaq jika mereka menuntut ilmu.” Hadits riwayat Ahmad dan dishahihkan oleh al-Albani di dalam Shahihul Jami’ (no. 3312)

Keenam, yang memberikan makanan

عَنْ حَمْزَةَ بْنِ صُهَيْبٍ عَنْ أَبِيهِ رضي الله عنه قَالَ: فَإِنَّ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- قَالَ «خَيْرُكُمْ مَنْ أَطْعَمَ الطَّعَامَ» رواه أحمد

Artinya: “Hamzah bin Shuhaib meriwayatkan dari bapaknya radhiyallahu ‘anhu yang berkata: “Sesungguhnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Sebaik-baik kalian adalah yang memberikan makanan.” Hadits riwayat Ahmad dan dihasankan oleh al-Albani di dalam Shahihul Jami’ (no. 3318)

Ketujuh, yang panjang umur dan baik perbuatannya

عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ بُسْرٍ رضي الله عنه أَنَّ أَعْرَابِيًّا قَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ مَنْ خَيْرُ النَّاسِ قَالَ «مَنْ طَالَ عُمُرُهُ وَحَسُنَ عَمَلُهُ» رواه الترمذى

Artinya: “Abdullah bin Busr radhiyallahu ‘anhu meriwayatkan bahwa ada seorang Arab Badui berkata kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam: “Wahai Rasulullah, siapakah sebaik-baik manusia?” beliau menjawab: “Siapa yang paling panjang umurnya dan baik amalannya.” Hadits riwayat Tirmidzi dan dishahihkan oleh al-Albani di dalam Shahihut Targhib wat Tarhib (no. 3363).

Kedelapan, yang paling bermanfaat bagi manusia

عَنِ جابر، رَضِيَ الله عَنْهُمَا، قَالَ : قال رَسُولُ اللهِ صَلَّى الله عَلَيه وسَلَّم: خَيْرُ النَّاسِ أَنْفَعُهُمْ لِلنَّاسِ

Artinya: “Jabir radhiyallau ‘anhuma bercerita bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia.” Hadits dihasankan oleh al-Albani di dalam Shahihul Jami’ (no. 3289).

 

Ustadz Afifi Abdul Wadud, BA

Sumber : http://muslimmerapi.com/oleh-oleh-kajian-akbar-bersama-ust-afifi-tanggal-1-juni-2014/