Home Artikel Kajian Beginilah Metode Para Rasul Dalam Menyelesaikan Masalah Umat (2)

Beginilah Metode Para Rasul Dalam Menyelesaikan Masalah Umat (2)

38
0
SHARE
tauhid never ending
  • Seluruh Rasul ‘alaihimush shalatu was salam, dakwah mereka adalah tauhid, sebagaimana firman Allah :

    وَلَقَدْ بَعَثْنَا فِي كُلِّ أُمَّةٍ رَسُولًا أَنِ اعْبُدُوا اللَّهَ وَاجْتَنِبُوا الطَّاغُوتَ

    Dan sesungguhnya Kami telah mengutus seorang Rasul pada tiap-tiap umat (untuk menyerukan): “Sembahlah Allah (saja), dan jauhilah Thaghut itu” (An-Nahl: 36).

    Adapun jika ada klaim bahwa tauhid itu sudah ada di hati orang-orang, klaim ini bukanlah alasan untuk meninggalkan dakwah tauhid. Apalagi ucapan tersebut menyelisihi kenyataan banyak manusia di zaman ini.

    Mengapa demikian? Ini alasannya:

    1. Imam Ahlut Tauhid sesudah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, Al-Khaliil Ibrahim ‘alaihish shalatu was salam saja takut dirinya terjerumus dalam kesyirikan, sebagaimana yang disebutkan dalam surat Ibrahim: 35-36  (Baca: artikel bagian pertama).
    2. Profil Imam Ahlut Tauhid yang paling mulia, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pun tidak pernah meninggalkan dakwah Tauhid di dalam seluruh tahapan dakwahnya.

    Syaikh Rabii’ Al-Madkhali rahimahullah dalam kitabnya, Manhajul Anbiya’ fid Da’wah ilallah, mengatakan,

    أمّا السنّة ففيها الشيء الكثير الدّالّ على افتتاح رسول الله صلى الله عليه وسلم دعوته بالتّوحيد واختتامها بذلك واستمراره فيما بين ذلك طوال حياته

    “Adapun dalam As-Sunnah, maka terdapat dalil yang banyak, yang menunjukkan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam membuka dakwahnya dengan Tauhid, menutup dakwahnyapun dengan Tauhid, dan selang masa diantara keduanya terus-menerus beliau mendakwahkan Tauhid, sepanjang hidupnya”

    Amiin Jum’iyyatil Ulama’il Muslimin di Aljazair, Syaikh Mubarak Al-Maili rahimahullah menjelaskan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak pernah membiarkan perbuatan menyekutukan Allah dengan patung-patung, padahal beliau ketika itu masih sendirian. Beliaupun tidak pernah meninggalkan dakwah tauhid, baik saat sedang hijrah, saat beliau telah berkuasa di Madinah, setelah Fathul Makkah maupun saat-saat beliau jihad fi sabilillah! Begitu pula saat peristiwa bai’at (janji setia yang syar’i)beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam pun mengambil baiat dari manusia di atas tauhid.

    Lalu  Syaikh Mubarak Al-Maili rahimahullah mengatakan,

    وهذه سيرتُه المدوَّنة، وأحاديثُهُ الـمُصَحَّحَةُ، فتتبَّعْها تَجِدْ تصديقَ ما ادَّعيناهُ، وتفصيلَ ما أجملنا

    “Dan inilah perjalanan beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam yang telah tersusun, dan juga demikian Hadits-Hadits tentangnya yang sudah diteliti keshahihannya (pun ada), silahkan cari! Anda akan mendapatkan benarnya apa yang kami nyatakan dan akan mendapatkan perincian dari apa yang kami ungkapkan secara global” (Sittu Durar min Ushul Ahlil Atsar, hal. 20).

    Bagaimanakah dakwah Tauhid yang dilakukan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam di masa-masa kekokohan Tauhid dan kemuliaan Islam?

    Suatu saat, di masa-masa kekokohan tauhid dan kemuliaan Islam, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah mendapatkan kabar bahwa ada patung yang disembah, di sebuah rumah yang dinamai dengan Dzul Khalashah di Yaman. Mendengar hal itu, beliapun gelisah dan sangat sedih hingga beliau mengutus pasukan untuk menumpasnya (Kisah ini terdapat dalam riwayat Al-Bukhari dan Muslim).

    Wahai saudaraku! dari kisah tersebut, perhatikanlah hal-hal berikut ini,

    1. Kesyirikan tersebut terjadi pada masa ketika Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam masih hidup, padahal beliau adalah utusan Allah terbaik, mendidik manusia dengan pendidikan terbaik. Bagaimana lagi dengan zaman kita? Tentunya lebih memungkinkan lagi terjadi!
    2. Kesyirikan itu terjadi di masa-masa kekokohan Tauhid dan kemuliaan Islam, bagaimana lagi di zaman kita yang kaum muslimin banyak mengalami kemunduran dan kelemahan?
    3. Kesyirikan itu terjadi jauh dari pusat pemerintahan Islam yang dipimpin oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, bagaimana jika kesyirikan itu terjadi di tempat yang masih satu kota dengan tempat tinggal kita atau bahkan dekat dengan rumah kita? Nas`alullahas salamah.

    Untuk pembahasan lebih rinci tentang bagaimana dakwah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam lebih lanjut, silahkan membaca artikel : Dakwah Khilafah Ataukah Dakwah Tauhid? Walhamdulillaah Rabbil’alamiin.

    ***

    Penulis: Ust. Sa’id Abu Ukasyah

    Artikel Muslim.or.id

    Sumber: https://muslim.or.id/25705-beginilah-metode-para-rasul-dalam-menyelesaikan-masalah-umat-2.html

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here